Translate To Your Language

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 November 2012

Kebahagiaan

Pernahkah kalian merasa bosan dengan semua yang ada di dunia ini? Saat dimana kalian merasa tidak ada gunanya untuk tetap hidup. Saat dimana semua yang telah kalian lakukan sia-sia tidak ada berguna tak dianggap ada. Dan selalu terlintas dipikiran kita untuk 'mengakhiri' hidup ini. Dan bahkan kita kadang berpikir bahwa tidak ada kebahagian di dunia ini. Semua hanyalah kesenangan sesaat.

Dan di saat kita menemukan seorang yang merubah segala pemikiran kita mengenai apa arti kebahagian itu semua menjadi lebih indah dari sebelumnya. Tapi sebelum kita berhasil menemukan orang tersebut akan ada banyak rintangan membentang. Maka dari itu semua butuh proses, dan proses itu tidak secepat membalikan telapak tangan.


Saat kita menemukan orang tersebut dan menjadi bagian dari hidup kita, waktu secara begitu cepat berlalu, hidup serasa lebih indah dari mimpi dan bahkan pagi serasa lebih cepat dari malam. Semua itu karena cinta. Cinta yang merubah semua, merubah perilaku, cara berpikir, dan bahkan diri kita sendiri mungkin ke arah positif bahkan ke arah negatif tergantung bagaimana cinta itu merubah kita. Dan ketika cinta itu datang dunia serasa milik berdua, semua terasa indah. Tapi........... Cinta yang berlebihan kadang membawa kita ke mala petaka, saat orang yang kita cinta meninggalkan kita, hidup serasa tak berguna. kita pasti melakukan berbagai macam cara agar orang yang kita cinta tidak pergi dari kehidupan kita, mulai dari hal 'bodoh' sampai hal yang paling 'bodoh'. Maka dari itu cinta bagaikan kupu-kupu semakin keras kau genggam maka ia akan hancur dan jika tidak kau genggam dengan sungguh-sungguh maka ia akan terbang.

Jadi, kebahagian datang dengan sendirinya, jangan pernah kau sesali hidup mu ini. karena orang yang kurang beruntung diluar sana yang hidupnya dengan meminta-minta bahkan sampai kehilangan orang tua nya mengimpikan mempunya hidup seperti kalian:) Jadi? buat apa mengeluh? jalani saja semua ini "Semua akan indah pada waktunya"

Minggu, 05 Agustus 2012

Tentukan Sasaran Kehidupan

“Bagaimana kita berharap untuk sampai, bila kita tidak tahu kemana kita pergi.”
sasaran kehidupan
sasaran kehidupan
Ada yang mengatakan bahwa manusia seperti ikan emas di dalam botol. Ia terus berenang dan membanting tulang, tetapi hanya berkutak-kutak (berputar-putar) pada situ-situ saja.
Tidak ada satu orang pun yang bias melakukan pilihan dalam hidup anda kecuali anda sendiri. Putuskan bagaimana anda di usia 30, 40, 60, atau 70 kedepan. Gambarkan  pikiran anda. Suatu citra yang anda inginkan dengan segala sesuatu yang anda miliki pada saat itu. Inilah sasaran jangka panjang Anda. Pikirkan terus menerus tentang hal ini.
Kita melakukan perjalanan kehidupan langkah demi langkah, tingkat demi tingkat. Karena itu perlu menentukan sasaran jangka menengah tuk maju ke tingkat selanjutnya menuju tingkat utama.
Semua tugas besar akan menjadi mudah jika dipecah-pecah dengan menyelesaikan sasaran kecil, tanpa kita sadari, kita sedang melangkah pada sesuatu yang lebih besar

Dendam, Sampah Hati Pengubur solusi

Sahabat, kali ini kita akan bercerita tentang dendam. Selamat membaca cerita motivasi. Semoga menjadikan kita lebih baik.
dendam Saya adalah pendatang disuatu daerah. Dipasar kota tersebut, saya membuka membuka usaha kecil-kecilan. Berupa penyewaan play station ( PS ) dan rental VCD. Di depan toko ada tukang parkir. Selain tukang parkir dia adalah preman pasar. Preman ini sering berulah di depan toko saya. Sehingga ini membuat pelanggan saya menjadi kurang nyaman. Geram rasanya jika karena ulahnya pelanggan saya pergi. Dan ini sudah terjadi berulang kali. Mungkin karena saya pendatang sehingga dia berulah demikian.
Meski begitu, preman pasar ini sudah beberapa kali meminjam play station ketempat saya, dan dia mengembalikan tepat waktu, dan saya selalu memberikan special discount kepadanya karena terpaksa.
Suatu malam, tepatnya pukul 12 malam preman ini berjalan -jalan dilorong gang menuju rumah saya. Preman itu jalan sempoyongan sambil mengomel. Saat di depan rumah dia memanggil-manggil nama saya dengan sangat tidak sopan. Ingin rasanya saya tonjok hidungnya. Sayapun keluar, penampilan preman malam itu sangat semrawut, kepalanya sedang diperban yang terlihat berdarah, sambil membawa kampak. Dia terlihat dalam emosi yang tinggi. Dan dia pun meninju berulang kali ke arahku. Namun bisa kuhindari. Pikir saya, buat apa berurusan dengan preman ini, daripada kedepan timbul masalah, mending saya tenangkan dia.
Saya tenangkan pinta kapak yang dia bawa, tenyata dia menyerahkan kampak itu ke saya. Beberapa saat kemudian dia mengemukakan bahwa dia ingin meminjam PS ke saya, sayapun melayani. Setelah preman itu pulang, hati kecil ku berkata, masak harus mengalah terus. Kalau mengalah nanti akan diinjek-injek terus. Akhirnya saya memutuskan, esok hari akan saya tantang preman itu untuk duel secara jantan.
Pagi harinya, sampai dua hari saya mencari-cari preman itu. Namun tidak ketemu. Hingga bertemu dengan orang tuanya yang mengatakan bahwa si preman sudah berada di Kantor polisi. Dia ditangkap setelah dari rumah saya, lengkap dengan PS ditangannya. Tuduhan polisi kepada nya diantaranya membuat keributan di pasar, serta mencuri PS dari rumah penduduk. Owh baru tau saya ternyata kampak yang dibawa ke rumah saya itu digunakan untuk membuat keributan.
Setelah mengetahui si preman ditangkap polisi saya kemudian menuju kantor polisi untuk menjenguknya. Namun dalam laporan ke Polisi saya tidak melaporkan si preman sebagai pencuri dia hanya meminjam dari saya serta saya terangkan bahwa dia adalah langganan saya. Mengenai kejadian malam itu, sewaktu dia berusaha memukulku juga tidak saya ceritakan. Malah sewaktu saya menjenguk nya saya coba menenangkan dia, serta menanyakan apa yang perlu di Bantu. Jack mengeluh saat itu dia sakit gigi dan tidak punya uang untuk membeli obat. Kemudian saya membelikan obat dan rokok serta uang alakadarnya guna membeli makanan selama ditahan di kantor polisi.
Sehabis mengisi formulir pengambilan barang dikantor polisi, saya kemudian pulang. Seminggu kemudian si preman tiba-tiba muncul didepan rumahku dan tiba-tiba dia menujuku dengan terburu-buru, dia memelukku dan menangis dipundakku. Dia mengucapkan terima kasih atas bantuanku sewaktu dia berada di kantor polisi. Dia percaya dengan kedatangan saya kekantor polisi tuduhan pencurian dapat dihindari.
Saat ini si preman masih berprofesi sebagai tukang parkir, namun sikapnya sudah berubah dibandingkan sebelum dia ditangkap. Hampir setiap kali dia bertemu denganku, dia selalu menyapa dan tersenyum.
Sahabat resensi.net. Pecinta cerita motivasi
Apa kandungan dan makna dari cerita diatas?
Kandungan dari cerita ini :
  1. Dendam dan amarah tidak akan menyelesaikan sebuah persoalan.
  2.  Setiap persoalan seyoknyanya dihadapi dengan kepala dingin dan diputuskan dengan bijak
  3. Usahakan membantu kesulitan orang lain, meskipun orang tersebut memusuhimu
  4.  Untuk mengubah sikap seseorang tidak seharusnya dengan menceramahi terus – menerus, namun sentuhlah nuraninya dengan sikap dan perbuatan yang baik.
Sahabat, sesuatu yang membara jika dihadapi dengan api, maka yang ada hanyalah kehancuran. Sebagaimana kekerasan yang dihadapi dengan kekerasan pula. Maka kehancuranlah yang didapat.  Dengan melebur rasa dendam, maka akan meleburkan pula rasa amarah, menumbuhkan kasih sayang dan persahabatan.
Jadilah orang yang beruntung, bukan orang yang merugi dan kecewa. Dendam adalah onggokan sampah hati yang membuat pemiliknya semakin tersiksa dan menderita.  Bukankah Allah juga maha memaafkan atas kekurangan, kelemahan dan kekhilafan manusia?
Lalu, mengapa manusia tidak banyak belajar untuk mencukupkan diri hanya dengan Allah Subhanahu Wata’ala, saja? Ketika seseorang memenuhi hati, pikiran dan hari harinya hanya dengan Allah, maka sanjungan atau makian bukanlah sesuatu seban yang harus dipikirkan, dibenci atau disenangi orang bukan suatu masalah yang dapat mengganti jati diri kita. Ya, jati diri seorang yang baik. Bukan jati diri pendendam.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More